Pasukan Mongol Benar-Benar Dikalahkan di Indonesia

Pasukan Mongol dikalahkan di Indonesia? Sudah pernah mendengar ceritanya? Mungkin kalian sudah pernah mendengar cerita Saifuddin Quthuz, ia juga sudah pernah mengalahkan Mongol. Tapi, pasukan Mongol baru benar-benar kalah di Indonesia! Bagaimana ceritanya? Yuk, ikuti terus!

Pasukan ini terkenal kuat, ia sudah berhasil mengalahkan Rusia, Asia Tengah, Cina, Manchuria, Irak, dan masih banyak lagi. Pasukan ini bahkan juga bisa mengalahkan Kesultanan Bani Abbasiyah – salah satu kesultanan terkuat pada zamannya. Di masa emasnya, bangsa ini juga melebihi Raja Alexander dan raja-raja lainnya.

Pasukan Mongol berasal dari perbatasan Cina dan Rusia. Beberapa kerajaan yang mendengar kalau Mongol mau menyerang, kebanyakan langsung menyerah. Bisa dibilang, hanya dua raja yang memutuskan menyerang, mereka adalah Saifuddin Quthuz dan Kertanegara – Raja dari Kerajaan Singosari.

Tahun 1289, utusan Kubilai Khan mendatangi kerajaan Singosari agar tunduk kepada kekaisaran Mongol. Tapi, Kertanegara alih-alih menerima, malah memotong telinga utusan itu dan berkata kira-kira seperti ini, “Pulang ke kerajaanmu dan katakan, Singosari tidak terima dijajah Cina!”.

Raja Singosari itu tahu, kelakuannya itu akan menimbulkan peperangan dan raja itu tahu, lambat atau cepat, dia akan menghadapi pasukan besar itu. Makanya, Kertanegara membangun kekuasaannya dan meluaskan wilayahnya. Bahkan sampai Kamboja!

Kertanegara terus melancarkan penaklukan-penaklukan agar kerajaannya semakin luas dan luas. Tapi, karena terlalu sibuk diluar, pertahanan di dalam kerajaan menjadi kurang kuat.

Akibatnya, seorang Bupati Kediri – kalau dulu namanya Gelanggelang – yang bernama Jayakatwang, melakukan pemberontakan dan Kertanegara tewas. Padahal, Jayakatwang sendiri masih menjadi sepupu dan ipar Kertanegara. Penyerangan itu dikarenakan dia ingin membalas dendam ke Singosari karena kerajaan yang dulu dibangun oleh keluarganya, direbut Singosari.

Akhirnya, Singosari dan teman-temannya – maksudnya wilayah-wilayah yang sudah ditaklukkan – dikuasai oleh Jayakatwang. Namun, ada satu yang terlewat dari penyerangan itu, dan orang itu bernama, Raden Wijaya.

1 tahun setelah Kertanegara wafat, bangsa Mongol mendatangi Jawa untuk menyerang Singosari karena memotong telinga utusannya. Pasukan ini tidak tahu, kalau Singosari sudah dikuasai oleh Jayakatwang dan Kertanegara sudah wafat.

Karena itu, Raden Wijaya memanfaatkan kesempatan, ia memberi tahu peta menuju kerajaan, membantu penyerangan bahkan ikut membahas strategi perang bersama-sama.

Dipersingkat…

Kerajaan Singosari pun kalah karena diperangi oleh Mongol dan juga beberapa pasukan-pasukan kerajaan Jawa yang bersekutu. Pasukan Mongol pun berpesta pora dan malas-malasan merayakan kemenangan mereka. Ketika semua pasukan itu sudah lelah dan lengah, pasukan Raden Wijaya melakukan Gerilya. Mereka menyerang habis-habisan dan tentu saja pasukan ini kalah.

Pasukan yang kalah lari dan kembali ke Mongol, sisanya dihabisi dan sebagian menyerah. Sejak itu, tidak ada lagi pasukan Mongol yang menyerang.

Raden Wijaya pun akhirnya mendirikan kerajaan baru yang cukup legendaris dan terkenal di Indonesia, kerajaan itu adalah kerajaan Majapahit dan dia pun menjadi raja pertama.

Hingga saat ini, masih ada beberapa orang di Jawa yang masih keturunan bangsa Mongol.

-The End-

Bagaimana? Cukup seru kan kisahnya? Jadi itulah cerita tentang pasukan Mongol dikalahkan di Indonesia. Oiya, cerita ini dikutip dari buku “Gara-Gara Indonesia” dan judul aslinya adalah  ‘Pasukan Mongol Dipecundangi Dan Diperdaya Hanya Di Indonesia‘ karya Agung Pribadi. Gambar dibawah ini adalah cover bukunya.

Pasukan Mongol dikalahkan Di Indonesia

Baca juga artikel Saya tentang sejarah Indonesia lainnya – tepatnya pahlawan Indonesia. Laksamana R.E Martadinata dan Jenderal Sudirman.

Sekian dulu artikel ini, wassalamu’alaikum warrah matullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *