Cerita tentang Rukun Islam dan Rukun Iman

Pembukaan

Assalamu’alaikum teman-teman! Pada kali ini, aku akan bercerita tentang 5 rukun islam dan 6 rukun iman.

Nah, lalu, apa arti dari rukun islam dan rukun iman? Rukun islam artinya adalah lima tindakan dasar dalam islam. Rukun iman artinya adalah pilar-pilar keimanan yang harus dimiliki oleh seorang muslim.

Oke, sekarang kita langsung ke pembahasan tentang iman dan rukun islam, ya!

5 Rukun Islam

Ada 5 Rukun islam yang menjadi tindakan dasar dalam islam, ada mengucapkan syahadat, mendirikan sholat, berpuasa di bulan Ramadhan, zakat dan ibadah haji.

Nah, aku akan membahas lebih lengkap, ya!

  • Syahadat

Syahadat itu berasal dari kata syahida dalam bahasa Arab yang artinya “Ia telah menyaksikan”.

Nah, Syahadat itu terdiri dari dua kalimat. Apa saja dua kalimat itu? Dibawah ini penjelasannya

Kalimat kesatu :

Asyhadu al’ la’ ilaha illa l-Lah

Artinya : Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah

Kalimat kedua :

Wa ‘ashadu ‘anna Muhammadar rasulu l-Lah

Artinya : dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah

Nah, jadi dalam kalimat lengkapnya adalah : Asyhadu al’ la’ ilaha illa l-Lah, Wa ‘ashadu ‘anna Muhammadar rasulu l-Lah

Artinya : Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Oiya, bagi seorang muslim, syahadat memiliki makna, diantaranya ada :

  1. Sebagai pintu masuk ke islam dan menjadi pembeda bagi umat lain
  2. Intisari ajaran islam
  3. Hakikat dakwah para Rasul
  4. Mendapat ganjaran besar

Syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya maka yang disyaratkannya itu batal. Apabila seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa memenuhi syarat-syaratnya, bisa dikatakan syahadatnya tidak sah.

Syarat syahadat ada tujuh, yaitu:

  • Pengetahuan

Seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Orang yang ingin masuk islam wajib memahami isi dari dua kalimat yang dinyatakan serta bersedia menerima akibat ucapannya.

  • Keyakinan

Seseorang yang bersyahadat mesti mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikit pun ragu terhadap makna tersebut.

  • Keikhlasan

Ikhlas berarti bersihnya hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat. Ucapan syahadat yang bercampur dengan riya’ atau kecenderungan tertentu tidak akan diterima oleh Allah.

  • Kejujuran

Kejujuran adalah kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Pernyataan syahadat harus dinyatakan dengan lisan, diyakini dalam hati, lalu diwujudkan dalam amal perbuatan.

  • Kecintaan

Kecintaan berarti mencintai Allah dan Muhammad serta orang-orang yang beriman. Cinta juga harus disertai dengan amarah yaitu kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat, atau dengan kata lain, semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah rasulullah.

  • Penerimaan

Penerimaan berarti penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan rasul-Nya, dan hal ini harus membuahkan ketaatan dan ibadah kepada Allah, dengan jalan meyakini bahwa tak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syariat Islam.

Bagi seorang muslim tidak ada pilihan lain kecuali Al-Qur’an dan sunnah rasul.

  • Ketundukan

Ketundukan yaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah dan Muhammad secara lahiriyah ( terlihat ). Seorang muslim yang bersyahadat harus mengamalkan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan Allah.

Perbedaan antara penerimaan dengan ketundukan adalah bahwa penerimaan dilakukan dengan hati, sedangkan ketundukan dilakukan dengan fisik.

  • Shalat

Dalam sehari, ummat islam menjalankan 5 shalat wajib di lima waktu. Nama-nama sholat yang dijalankan ummat islam adalah shalat subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’.

Rakaat shalat wajib :

  1. Shalat subuh 2 rakaat
  2. Shalat dzuhur 4 rakaat
  3. Shalat ashar 4 rakaat
  4. Shalat maghrib 3 rakaat
  5. Shalat isya’ 4 rakaat
  6. Jumlah dari seluruh shalat wajib yang dilaksanakan : 17 rakaat

muslim wajib melaksanakan lima shalat diatas yang telah kujelaskan.

Shalat dalam bahasa Arab artinya adalah doa. Lalu, menurut istilah, shalat berarti serangkaian kegiatan ibadah khusus. Sementara itu, gerakan dalam shalat diantaranya ada :

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah, al-fatihah dan surat yang dihafal
  4. Rukuk
  5. Iktidal
  6. Sujud 2 kali
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Tahiyat awal
  9. Tahiyat akhir

Oiya, bagi laki-laki, ada satu shalat lagi yang dilakukan dalam seminggu. Yaitu shalat Jum’at di hari Jum’at, nah, ini bisa jadi hari raya dalam seminggu. Tapi, kalau lagi kondisi begini yang lagi ramai corona, shalat Jum’at bisa diganti shalat dzuhur dan dilakukan di rumah, ya!

Ada juga shalat sunnah, diantaranya ada :

  1. Shalat tarawih, bisa 8 rakaat atau 20 rakaat ( belum sama witir )
  2. Shalat witir, bisa 1 rakaat atau 3 rakaat ( shalat ini rakaatnya harus ganjil )
  3. Shalat idul fitri
  4. Shalat idul adha
  5. Shalat tahajjud
  6. Shalat dhuha ( maksimal rakaatnya 12, minimalnya 2 )
  7. Shalat Rawatib ( Qabliyah dan Ba’dhiyah )
  8. Dan masih banyak lagi
  • Puasa

Puasa artinya menahan diri dari segala godaan yang ada. Dan, dengan puasa, kita bisa menyehatkan tubuh, loh! Karena, ketika kita sedang tidak puasa, seluruh tubuh bergerak termasuk perut.

Nah, ketika puasa, sebagian dari tubuh bisa istirahat sejenak dari bergerak. Lalu, ummat islam selalu menjalani puasa wajib dalam setahun, yaitu puasa Ramadhan.

Hal-hal yang bisa membatalkan puasa :

  1. Makan & minum
  2. Muntah secara sengaja
  3. Melakukan hal-hal yang kurang baik, seperti bertengkar atau berkelahi
  4. Haid ( bagi perempuan )

Nah, kalau sudah terjadi hal diatas harus diganti berpuasa di hari lain setelah Ramadhan ( kalau pas bulan Ramadhan, kalau enggak, nggak usah diganti) Nama puasa ini adalah puasa qadha.

Tapi, puasa qadha ini wajib bagi yang sudah baligh ( bisa 13 keatas atau 12 atau 14, tergantung saja ). Kalau belum baligh ( remaja ) sih, tidak apa-apa nggak diganti.

Oiya, kalau musafir ( orang yang melakukan perjalanan jauh ) sudah kurang kuat puasa, bisa membatalkan puasa. Tapi, harus diganti di hari lain tergantung hari puasa yang nggak dikerjakan ( kalau pas Ramadhan ).

Puasa juga ada puasa sunnah-nya, diantaranya ada :

  • Puasa Syawal ( 6 hari setelah Ramadhan, tapi, kalau nggak berturut-turut tidak apa-apa. Tapi, lebih baik 6 hari, kalau udah bukan syawal, ya, nggak bisa lagi )
  • Puasa Ayyamul Bidh ( Puasa pertengahan bulan hijriyah )
  • Puasa Senin-Kamis ( puasa yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis )
  • Puasa Daud ( puasa ini dilakukan selang-seling harinya. Misal, berpuasa hari Senin, terus, Selasa tidak puasa. Nah, kemudian, puasa dilanjutkan lagi di hari Rabu dan seterusnya )
  • Puasa Asyura’ ( puasa ini dilakukan setiap tanggal 10 Muharram tahun hijriyah )
  • Dan masih banyak lagi
  • Zakat

Zakat artinya adalah mengeluarkan sejumlah harta yang dimiliki oleh seorang muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima. Seperti orang fakir miskin atau sejenisnya.

Zakat yang wajib adalah zakat fitrah ( dilaksanakan ketika mau idul fitri ) dan zakat maal.

Zakat fitrah artinya adalah zakat yang wajib dikeluarkan seorang muslim ketika menjelang idul fitri.

Nah, kalau zakat maal ( harta ) adalah zakat yang dikeluarkan oleh seorang muslim yang mencapai hasil perniagaan ( berdagang ), pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Dan,Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri.

  • Haji

Rukun islam yang terakhir adalah haji. Rukun islam yang kali ini minimal sekali seumur hidup dilakukan. Haji artinya adalah berangkat menuju ke Baitullah ( Kakbah ) di Mekkah.

Nah, lalu, apa bedanya haji dan umrah / umroh? Bedanya adalah : Haji itu hukumnya wajib dan umrah hukumnya sunnah, rukunnya juga berbeda, kalau umrah tidak ada wukuf di arafah dan haji ada.

Tapi, kalau memotong rambut dan 3 lainnya, itu tetap ada dalam umrah. Meskipun umrah itu sunnah, tapi juga tetap harus dikerjakan, untuk menyempurnakan haji. Minimal, sekali seumur hidup juga.

6 Rukun Iman

Nah, dari tadi aku sudah menjelaskan panjang lebar tentang 5 rukun islam, sekarang aku mau menjelaskan tentang 6 rukun iman yang menjadi pilar keimanan seorang muslim.

Secara singkatnya, rukun iman diantaranya ada :

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada malaikat
  3. Iman kepada kitab Allah
  4. Iman kepada nabi & rasul Allah
  5. Iman kepada hari kiamat
  6. Yang terakhir, iman kepada qadha ‘ dan qadhar ( takdir )

Sekarang, aku akan mencoba untuk membahas lebih lengkap, ya!

  1. Iman kepada Allah

Seorang muslim harus meyakini / membenarkan dengan hati bahwa Allah itu ada dengan segala keagungannya.

Lalu, setelah diyakini / dibenarkan di hati, harus juga di akui dengan lisannya. Yang terakhir adalah dibuktikkan dengan amal yang nyata di dunia.

  • Iman kepada malaikat

Sebagai seorang muslim, kita juga harus beriman ( meyakini ) bahwa malaikat itu ada. Malaikat adalah salah satu ciptaan Allah yang dibuat dari cahaya. Malaikat juga selalu beribadah dan mematuhi perintah Allah setiap saat

Nah, malaikat itu banyak sekali nama-namanya, jadi, hanya ada 10 nama yang dipilih untuk boleh diketahui oleh manusia. Diantaranya ada :

  • Malaikat Jibril ( menyampaikan wahyu kepada nabi & rasul )
  • Malaikat Mikail ( memberikan rezeki kepada seluruh makhluk hidup )
  • Malaikat Izrail ( mencabut setiap nyawa makhluk hidup )
  • Malaikat Israfil ( meniup sangkakala ( terompet ) ketika kiamat tiba )
  • Malaikat Munkar ( menanyakan manusia ketika di kubur )
  • Malaikat Nakir ( menanyakan manusia ketika di kubur )
  • Malaikat Raqib ( mencatat amal baik yang dilakukan manusia setiap saat )
  • Malaikat Atid ( mencatat amal buruk yang dilakukan manusia setiap saat )
  • Malaikat Ridwan ( penjaga pintu syurga )
  • Malaikat Malik ( penjaga pintu neraka )
  • Iman kepada kitab Allah

Kita juga harus mengimani  kitab-kitab yang telah Allah turunkan kepada para nabi dan rasul. Kitab-kitab yang telah Allah turunkan adalah :

  1. kitab Zabur ( untuk Nabi Daud )
  2. kitab Taurat ( untuk Nabi Musa )
  3. Shuhuf / lembaran ( untuk Nabi Ibrahim )
  4. kitab Injil ( untuk Nabi Isa )
  5. Al-Qur’an ( untuk Nabi Muhammad saw )

Meskipun kitab orang islam adalah Al-Qur’an, kita tetap harus percaya, bahwa kitab-kitab sebelumnya juga pernah ada dan diturunkan untuk para Nabi yang telah disebutkan tadi.

  • Iman kepada nabi & rasul Allah

Pengertian Iman Kepada Nabi dan Rasul

Iman ialah percaya terhadap apa yang diyakini oleh hati, diucapkan dengan lisan serta diwujudkan dengan perbuatan. Demikian pula iman kepada Nabi dan Rasul.

Kita harus yakin sepenuh hati bahwa Nabi dan Rasul ini merupakan manusia pilihan Allah SWT.

Nama-nama Nabi & rasul yang harus kita ketahui ada 25 dari total 124.000 nabi & rasul. Nama-nama Nabi & rasul itu diantaranya ada :

  1. Nabi Adam A.S.
  2. Nabi Idris A.S.
  3. Nabi Nuh A.S.
  4. Nabi Hud A.S.
  5. Nabi Sholeh A.S
  6. Nabi Ibrahim A.S.
  7. Nabi Luth A.S.
  8. Nabi Ismail A.S.
  9. Nabi Ishaq A.S.
  10. Nabi Ya’kub A.S.
  11. Nabi Yusuf A.S.
  12. Nabi Ayyub A.S.
  13. Nabi Syu’aib A.S.
  14. Nabi Musa A.S.
  15. Nabi Harun A.S.
  16. Nabi Zulkifli A.S.
  17. Nabi Daud A.S.
  18. Nabi Sulaiman A.S.
  19. Nabi Ilyas A.S.
  20. Nabi Ilyasa A.S.
  21. Nabi Yunus A.S.
  22. Nabi Zakariya A.S.
  23. Nabi Yahya A.S.
  24. Nabi Isa
  25. Nabi Muhammad S.A.W
  • Iman kepada hari kiamat

Sebagai seorang muslim, kita juga harus beriman kepada hari kiamat. Maksudnya, adalah percaya bahwa hari kiamat / hari akhir akan tiba. Jadi, seorang muslim harus memperbanyak amal agar ketika hari kiamat sudah tiba, kita sudah punya amal pahala yang banyak.

Seorang muslim juga harus percaya bahwa dunia ini hanya sementara ( tempat tinggal sebentar ), karena, kenikmatan yang benar itu nanti di akhirat, di syurga.

Beberapa tanda kiamat diantaranya ada :

  1. Keluarnya makhluk Allah yang bernama Dajjal
  2. Turunnya kembali Nabi Isa dari langit untuk membunuh Dajjal
  3. Keluarnya Yajjuj-Majjuj ( makhluk Allah juga )
  4. Terbitnya matahari dari Barat
  5. Dan banyak lagi yang tak bisa disebutkan di sini

Tapi, yang diatas tadi adalah kiamat kubra’ ( besar ). Sementara itu, kiamat sughra ( kecil ) salah satunya adalah datangnnya ajal ( kematian ) yang menjemput setiap saat. Nah, ini yang lebih penting diutamakan.

Kita tetap harus mempersiapkan diri menghadapi kiamat kubra’, tapi, juga harus mempersiapkan ajal yang siap menjemput kapan saja.

  • Iman kepada qadha-qadhar ( takdir )

Kita harus mengimani atau percaya kepada qada qadar ( takdir )  yang telah ada, baik itu takdir buruk atau takdir baik.

Kenapa harus percaya? Karena, takdir itulah yang dipersiapkan Allah untuk kita. Jadi, harus percaya dengan takdir itu.

Sedikit cerita

Oiya, sebelum penutup, aku ada sedikit cerita, nih. Cerita tentang Rasulullah yang didatangi malaikat jibril.

Jadi, waktu itu, Rasulullah sedang duduk bersama para sahabatnya. Lalu, tiba-tiba, datanglah seseorang berpakaian putih bersih. Dia duduk berhadapan dengan Rasulullah, lalu bertanya, “Apa itu islam?”

“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan berhaji ke Baitullah”

“Engkau benar” ujar orang itu

Orang itu lalu bertanya lagi, “Apa itu iman?”

Rasulullah menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat, kepada kitab, kepada nabi & rasul, kepada hari kiamat dan kepada takdir yang baik atau buruk”

Orang itu berkata lagi, “Engkau benar”

Orang itu lagi-lagi bertanya, “Apa itu ihsan?”

Rasulullah menjawab lagi, “Ihsan itu adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya. Meskipun kamu tidak melihatnya, tapi, Allah melihatmu”

“Ya, engkau benar” kata orang itu

“Kapan kiamat akan terjadi?” tanya orang itu

“Hanya Allah yang tahu” jawab Rasulullah

“Sebutkan saja salah satu tandanya” ujar orang itu

“Ketika orang yang miskin sudah berhasil membuat gedung-gedung yang tinggi dan mengeringnya sungai Eufrat” jawab Rasulullah

“Engkau benar” kata orang itu

Setelah orang itu pergi, Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, “Apakah kalian tahu, siapa orang itu?”

“Allah dan rasulnya lebih tahu” jawab para sahabat

“Dia adalah malaikat jibril yang diutus oleh Allah mengajarkan tentang islam, iman dan ihsan kepada kalian” kata Rasulullah

Penutup

Teman-teman, kunjungi artikel aku yang berjudul https://karyahusein.com/nuruddin-zanki-sang-mujahid/ dan https://karyahusein.com/thariq-bin-ziyad-penakluk-andalusia/

Nah, cukup dulu ya teman-teman pembahasan tentang 5 rukun islam dan 6 rukun iman. Sampai ketemu di artikel berikutnya!

Wassalamu’alaikum warrah matullahi wabarakatuh!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *