Pengalamanku Wawancara Pak RT

Wawancara Pak RT

Assalamualaikum, sekarang aku mau berbagi satu pengalaman baruku, yaitu wawancara Pak RT. Kemarin malam tanggal 24 aku datang untuk wawancara Pak RT. Di RT 5 Batu Piring, Paringin-Kalsel.

Kenapa aku wawancara Pak RT? Jawabannya adalah aku lagi ikut kelas eksplorasi online dan aku dapat tugas wawancara Pak RT. Jadinya malam tanggal 24 aku kerumah Pak RT sama umiku.

Aku ke rumah Pak RT setelah sholat Maghrib, sekitar jam tujuh-an. Aku mewawancarai Pak RT dengan 13 pertanyaan. Aku akan memberi tahu semua pertanyaanku.

Aku, “Pak RT namanya siapa?”

Pak RT, “Pak Dhillah”

Aku bertanya lagi, “Pak RT jadi RT dari tahun berapa?”

Pak RT, “Dari tahun 2014,  jadi udah mau sekitar enam tahun”.

Aku,  “Pak RT dari dulu udah di sini atau belum?”

Pak RT, “Belum, sebelumnya saya tinggal di dekat pasar”.

Aku , “Bapak aslinya mana?”

Pak RT,  “Saya asli Balangan, kalau Husein asli mana?”

Aku pun menjawabnya

Aku, “Kalau malam-malam blok paling sepi blok berapa sih menurut bapak?”

Pak RT, “Kalau menurut saya blok delapan”

Aku, “Mushala dibangun tahun berapa sih?”

 Pak RT, “Tahun 2015”.

Aku agak bertanya iseng, “Sungai belakang mushala ada buayanya gak sih? Soalnya teman-teman saya kadang berenang di tempat yang agak rendah”

Pak RT, “Sungai dimana-mana seringnya ada buaya, kalau yang disitu tempatnya rendah”.

Aku, “Tinggal disini udah berapa tahun Pak?”

 Pak RT, “Udah sekitar delapan tahun, kalau Husein di Balangan dah berapa tahun?”

 Aku, “Baru kemarin 2018 datang kesini”

Pak RT, “Udah satu tahun ya?”

 Aku, “Belum, pindahnya bulan Mei”

 Pak RT, “Berarti belum satu tahun dong?”

 Aku, “Iya”.

Pak RT, “Husein katanya sebelum di Balangan tinggalnya di Batuli***. Di Batuli*** berapa tahun?”

Aku,“Dari tahun 2010, berarti sekitar delapan tahun”

Pak RT, “Oh, gitu”

Aku, “Pak RT, hutan karet disini udah berapa tahun?”

Pak RT, “Sebelum dibangun kompleks ini, udah hutan karet. Berarti udah puluhan tahun”

Aku, “Warga di kompleks ini ada berapa sih?”

Pak RT,  “Dari blok satu-delapan totalnya ada 500 orang dan rumahnya ada 150 rumah”

Aku,  “Berarti banyak juga ya pak”

Pak RT,  “Iya”

Di dekat Pak RT ada satu buku warna hijau, aku penasaran buku apa itu.

Lalu aku pun tanya,  “Pak, itu buku isinya apa sih?”

Pak RT, “Oh, ini buku posyandu. Jadi kalau ada posyandu dicatat disini”

Aku,  “Pak RT kerjanya selain jadi RT apalagi?”

Pak RT,  “Hmm, wiraswasta”

Aku, “Oh, gitu ya”

Aku lalu memberikan pertanyaan terakhir, yaitu usianya. Dan Pak RT pun menjawabnya

Nah, itulah 13 pertanyaanku ke Pak RT, lalu selesai aku bertanya itu adzan Isya terdengar. Aku meminta ke Pak RT untuk foto, lalu aku dan Pak RT pun difoto oleh umiku.

Itu dia kisah pengalaman baruku wawancara sekaligus ngobrol bersama Pak RT. Oiya, aku juga dikasih nasihat, loh! Yaitu “Kalau mau sukses, jangan malu. Dan itu adalah salah satu kunci sukses”. 

Aku dan umiku lalu pulang ke rumah. Udah dulu ya ceritanya, wasalamualaikum warah matullahi wabarakatuh!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.