Uqbah Bin Amir Al-Juhani, Si Pembonceng Rasulullah

Assalamualaikum, sekarang aku akan bercerita tentang seorang sahabat Rasulullah yang mendapatkan julukan dari sahabat lain, yaitu “Radif Rasulullah” (Pembonceng Rasulullah).

Siapakah nama sahabat Rasulullah saw itu? Dan dia adalah Uqbah Bin Amir Al-Juhani. Yuk, kita mulai kisah Si Pembonceng Rasulullah!

Hari itu Rasulullah saw sudah mulai sampai di Madinah, orang-orang pun pada menyambut kedatangan Rasulullah saw. Tetapi, tidak dengan Uqbah dan kawan-kawannya, mereka sedang sibuk dengan domba-dombanya di lembah-lembah.

Dari hari ke hari para sahabat semakin berinteraksi dengan Rasulullah saw. Uqbah dan kawan-kawannya ingin bertemu dengan Rasulullah saw, mereka semua berjumlah 12 orang.

Lalu, mereka mengadakan rapat, satu-satu mereka bertemu Rasulullah saw. Tetapi Uqbah malah sering kebagian jaga dombanya. Akhirnya Uqbah tidak sabar, dia pun meninggalkan domba-dombanya demi bertemu Rasulullah saw.

Uqbah tidak berpikir kalau dia kelak akan menjadi alim, qari, pemimpin dan panglima perang. Dia hanya berpikir tentang domba-dombanya, apakah mereka hidup atau mati.

Tahu tidak, Uqbah itu sebenarnya menekuni dua bidang, yaitu bidang ilmu dan bidang jihad. Di bidang ilmu dia sangat merdu bacaan Al-Qur’annya, bahkan orang yang mendengar bisa menangis.

Pernah suatu hari terjadi percakapan antara Umar dan Uqbah, yaitu

Umar, “Wahai Uqbah, tolong bacakan aku ayat-ayat Al-Qur’an”

Uqbah, “Siap wahai Amirul Mu’minin”

Uqbah pun membacakan beberapa ayat-ayat Al-Qur’an kepada Umar. Umar pun menangis sampai basah jenggotnya. Oiya, saat malam Uqbah pun sering dan suka membaca Al-Qur’an dengan merdu.

Nah, kalau di bidang jihad, Uqbah juga punya kemampuan, yaitu bisa memanah dengan jitu (tepat sasaran) dan jarang meleset.

Uqbah juga berjasa di perang Uhud dan perang-perang lainnya. Uqbah ini ahli strategi loh!

Oiya, kisah bagaimana Uqbah mendapatkan julukan “Radif Rasulullah belum diceritakan ya? Kalau gitu kita mulai,

Uqbah adalah pemegang tali kendali keledai Rasulullah saw, setiap Rasulullah saw pergi, Uqbah selalu ikut. Uqbah kadang ikut naik keledai Rasulullah saw dan Rasulullah saw membonceng.

Nah, sejak kejadian itu, Uqbah pun akhirnya dijuluki “Radif Rasulullah”.

Yuk, kita lanjutkan kisah perjuangan Uqbah di medan jihad. Suatu hari, dalam peperangan di Damaskus, Uqbah Bin Amir Al-Juhani mendapatkan cidera dan luka parah.

Abu Ubaidah Bin Jarrah merawat Uqbah, Uqbah pun akhirnya sembuh lagi dari lukanya. Pada suatu peperangan di Mesir, Uqbah ditunjuk menjadi panglima perangnya.

Nah, pada saat pemerintahan Muawiyah Bin Abu Sufyan, Uqbah diangkat menjadi gubernur Mesir. Uqbah Bin Amir Al-Juhani pun wafat di Mesir pada pemerintahan Muawiyah Bin Abu Sufyan.

Oiya, di Universitas Jami’ah Uqbah Bin Amir Al-Jumahi, tersimpan Al-Qur’an kuno loh. Qur’an itu buatan Uqbah loh, keren ya!

Uqbah juga meninggalkan 77 busur lengkap dengan tempat anak panahnya.

 

Penutup

Teman-teman, baca juga artikel aku yang berjudul Suraqah Bin Malik, Si Penanti janji Rasulullah saw dan Cara Mengirimkan Email Dengan Mudah dan Cepat

Sudah dulu ya ceritanya tentang Uqbah Bin Amir Al-Jumahi, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber:101 sahabat nabi

Penulis:Hepi Andi Bastoni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *