Sultan Agung Hanyokrukusumo, Sang Raja Mataram

Assalamualaikum, oiya hari ini aku mau cerita tentang tokoh pahlawan perjuangan indonesia loh! Nah, sekarang namanya adalah Sultan Agung Hanyokrukusumo.

Siapa sih dia? Yuk kita lihat saja bagaimana sejarah kehidupan Sultan Agung Hanyokrukusumo, Si Raja Mataram!

Sultan Agung adalah raja Mataram islam ketiga. Mengapa disebut Mataram islam? Ini supaya membedakan dengan kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah.

Sultan Agung memiliki 2 musuh yang berada di Jawa Barat, mereka adalah orang Belanda dan Sultan Ageng Tirtayasa. Jadinya, Sultan Agung menundukkan kerajaan-kerajaan yang di dekat pinggiran Jawa. Misalnya Lasem, Pasuruan, Tuban, Madura dan Surabaya.

Nah, biar kerajaan-kerajaan tadi tidak melawan, Sultan Agung pun membangun kedekatan dengan mereka. Hebat ya! Akhirnya kerajaan-kerajaan yang berhasil ditaklukkan merasa nyaman.

Suatu hari, Sultan Agung meminta agar pasukan Belanda membantu Sultan karena mau mengalahkan pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Namun Belanda mengetahuinya, ya jadinya Belanda tidak mau membantu. Mereka hanya ingin mengadu domba kedua sultan itu.

Tahun 1628, Sultan Agung mengerahkan 50 kapal untuk menguasai sebuah benteng milik Belanda, itu pasukannya hanya bersenjata tombak, pedang dan panah saja. Eh, Belanda malah mengirim 2.886 pasukan, jadinya pasukan Sultan Agung kalah.

Setahun berikutnya yaitu tahun 1629 pasukan Sultan Agung datang lagi. Mereka semua sekarang memiliki persenjataan lebih baik, yaitu pasukan-pasukan berkuda dilengkapi dengan gajah-gajah, juga meriam dan perbekalan yang cukup banyak.

Oiya, nama benteng yang hendak Sultan kuasai adalah benteng Hollandia. Akhirnya benteng itu berhasil direbut pasukan Sultan Agung Hanyokrukusumo. Eh, sayang sekali… benteng itu tidak berhasil dipertahankan pasukan Sultan Agung.

Alasannya adalah gudang makanan mereka diketahui oleh mata-matanya musuh, jadinya dibakar deh, Sultan Agung dan pasukannya terpaksa menyerah.

Selama hidupnya, Sultan Agung tidak ingin berdamai dengan Belanda. Hingga akhirnya, pada tahun 1645 Sultan Agung Hanyokrukusumo wafat. Kepemimpinan pun diberikan kepada anaknya yang bernama Sunan Mangkurat satu.

Sepeninggal ayahnya, anaknya akhirnya mengadakan perdamaian dengan Belanda. Itu dia kisah hidupnya Sultan Agung Hanyokrukusumo.

Teman-teman, baca juga artikel aku yang berjudul Sultan Thaha Syaifuddin dan Sultan Hasanuddin

Dadah! Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Sumber: Buku Pahlawan Indonesia dan https://en.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung_of_Mataram

Penulis buku: Yudhistira Ikranegara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *