Salamah Bin Al-Akwa, Si Pejuang Tangguh

Assalamualaikum, hari ini aku mau bercerita Si Pejuang Tangguh Pejalan Kaki. Siapakah dia? Jawabannya adalah… Salamah Bin Al-Akwa.

Salamah Bin Al-Akwa adalah sahabat Rasulullah saw yang paling jago bertempur kalau jalan kaki.

Salamah juga adalah seorang pemanah loh! Dia ini lumayan jago menggunakan panahnya. Salamah Bin Al-Akwa memiliki sifat berani, tangguh, dermawan dan suka melakukan kebaikan.

Salamah Bin Al-Akwa ini juga jarang memiliki sifat kesal dan kecewa. Suatu hari, muncullah sifat itu. Kapan waktunya? Dan dimana? Ternyata Salamah kesal dan kecewa karena saudara kandungnya wafat. Kenapa dia kecewa sih? Padahal kan kalau sudah wafat tidak apa-apa.

Nah, ini dia kisahnya saat peristiwa wafatnya saudara kandungnya. Nama saudara kandung Salamah adalah Amir Bin Al-Akwa. Waktu itu sedang terjadi perang Khaibar.

Amir saat itu hendak menebaskan pedangnya kepada salah seorang musyrik. Tapi, anehnya pedang itu malah berbalik dan malah menebas tubuh Amir Bin Al-Akwa sendiri.

Beberapa sahabat berkata”Kasihan sekali Amir, dia tidak mendapatkan kemuliaan mati syahid” Salamah juga waktu itu berprasangka sama seperti beberapa sahabat. Salamah kecewa karena saudara kandungnya tidak mati syahid.

Tetapi, Rasulullah saw menenangkan hati Salamah dengan berkata”Amir sudah gugur seperti para pejuang lain, bahkan dia mendapatkan dua pahala dan sedang berenang di sungai surga” hanya sekali kejadian itu Salamah kecewa.

Ketika terjadi peperangan antara Ali Bin Abu Thalib, Muawiyah Bin Abu Sufyan dan Aisyah Binti Abu Bakar, Salamah tidak mendukung kepada siapa pun. Dia lalu pindah ke sebuah daerah bernama Rabdzah.

Di daerah ini juga Abu Dzar tinggal. Salamah Bin Al-Akwa tinggal disana beberapa waktu. Ketika Ali Bin Abu Thalib sudah wafat, Salamah ingin mengunjungi Madinah.

Akhirnya, Salamah tinggal disana sampai tiga hari. Nah, pada hari ketiga inilah dia wafat di Madinah Al-Munawwarah. Ternyata Madinah ingin agar Salamah wafat di kotanya.

Teman-teman, itulah kisah hidup Salamah Bin Al-Akwa, si pejuang tangguh pejalan kaki. Dari kisah ini, kita bisa ngambil hikmahnya loh! Apa ya hikmahnya? Nah, ini dia hikmahnya,

  1. Tangguh
  2. Berani
  3. Dermawan
  4. Dan jangan berkelahi sesama saudara seiman

Keren ya kisahnya teman-teman. Udah dulu ya, wasalamualaikum warah matullahi wabarakatuh!

Sumber:101 sahabat nabi

Penulis:Hepi Andi Bastoni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *