Nuruddin Zanki, sang mujahid

Assalamualaikum, kali ini aku mau cerita tentang sejarah hidup Nuruddin Zanki.

Nuruddin Zanki adalah seorang mujahid, dan ayahnya bernama Imaddudin Zanki. Dia jago dalam memainkan pedang, sehingga dia tidak terkalahkan dalam adu pedang.

Nuruddin Zanki diajarkan ayahnya dalam pendidikan jihad dan baik. Nuruddin juga meniru perilaku ayahnya dalam berjihad. Nuruddin-lah yang awalnya membebaskan Ba’labak dan Tripoli, aku tahunya Tripoli ada di Libya.

Saat itu pasukan Nasrani mau menyerang Damaskus, Damaskus waktu itu jadi negeri islam. Sehingga Nuruddin berusaha melindungi Damaskus dengan syarat pemimpin negeri itu setia kepada Nuruddin.

Awalnya, pemimpin negeri itu mau. Tetapi, ketika Nuruddin meminta pasukan untuk mengepung Asqalan di Palestina. Eh, pemimpin Damaskus malah meminta kepada Nasrani untuk menyerang Nuruddin.

Tapi, Nuruddin mengetahui hal ini, jadinya dia menyerang pasukan Nasrani di tengah jalan. Rakyat Damaskus pun senang mengetahui hal ini, mereka mengumandangkan takbir, tahlil dan nama Nuruddin Zanki.

Pemimpin Damaskus pun akhirnya menyerah, dan memberikan Damaskus kepada Nuruddin Zanki. Pemimpin Damaskus merasa ia tidak punya jalan lain sehingga ia menyerah.

Nuruddin Zanki akhirnya berhasil menaklukkan tiga kota, yaitu Damaskus, Aleppo, dan Mossul. Tetapi Nuruddin belum bisa menaklukkan kekuatan besar Nasrani yang ada di Palestina dan Quds.

Selama peperangan, Nuruddin selalu menang. Tapi, pada tahun 1162 masehi, Nuruddin Zanki kalah dalam sebuah pertempuran melawan Nasrani. Nuruddin berniat membalas dendamnya, dia meminta kepada pemimpin-pemimpin yang ada di negeri lain.

Tapi, hanya sedikit pemimpin yang menyambut seruan Nuruddin. Nuruddin pun melatih pasukannya untuk perang besar melawan Nasrani.

Pada tahun 1164, terjadi pertempuran besar di kawasan Harim. Jadinya perang ini dinamakan perang besar Harim. Malam sebelum pertempuran, Nuruddin berdoa agar Allah memenangkan pertempuran.

Besok paginya, pertempuran besar Harim terjadi. Allah mengabulkan doanya Nuruddin, dari pasukan Nasrani sebesar 10.000 orang wafat dan 10.000 lainnya tertawan. Ini adalah kekalahan terbesar Nasrani, Nasrani mulai takut kepada Nuruddin, jika ingin melawan Nuruddin harus memikirkan dahulu.

Lalu pada suatu saat, di Mesir ada tiga orang menteri yang bernama Adhid, Syawir, Dargham. Pada tiga menteri ini terjadi perselisihan dan menyebabkan peperangan.

Syawir berhasil mengalahkan menteri Adhid, tetapi ia kalah dengan pasukan Dargham. Oiya, tiga orang ini adalah orang Fathimiyah(biasanya suka berkhianat orangnya). Tapi, Adhid meskipun orang Fathimiyah dia tidak berkhianat dalam menepati janji.

Syawir setelah kalah melawan Dargham, ia meminta bantuan kepada Nuruddin Zanki. Nuruddin pun mengirim panglima perangnya yang tahu tentang Mesir, namanya Asaddudin Syairkuh.

Syawir berjanji akan mengikuti Nuruddin jika Asaddudin menang. Tapi, ketika Asaddudin menang, Syawir menunda-nunda janjinya. Syawir malah meminta pasukan kepada Nasrani!

Nuruddin pun menyuruh Asaddudin Syairkuh untuk kembali ke Damaskus. Lalu suatu saat, Syawir pun akhirnya dibunuh oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.

Akhirnya, pada tahun 15 Mei 1174 masehi(569 hijriah) Nuruddin Zanki wafat.

Sumber: Ensiklopedi Palestina bergambar

Penulis: DR.Thariq As-Suwaidan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *