Legenda Biru : Kebangkitan Kekuatan (Vol 3)

“Yang kamu maksudkan ‘buku Legenda Biru milik klanku’ itu apa? Klanmu sudah hilang. Iya, Klan Panah Biru!” seru John

“Kembalikan. Seharusnya itu milik keluarga kami.” posisi menyerang dipersiapkan lagi

Anak panah dengan cepat melesat, John dengan mudah menghindarinya. Air laut bertebaran kemana-mana. Musuhku ini pergerakannya cukup cepat.

“Hujan Pedang!”

“Ombak es!”

Serangan demi serangan terus beterbangan, tapi John tampak unggul. Anak panah Kris hanya berhasil mengenai lawannya sekali, sisanya berhasil ditangkis. Sampai akhirnya busur panah Kris terpotong oleh serangan lawannya, jelas ia terkejut.

Lawannya hanya tertawa penuh kemenangan. Menurutnya, Kris tidak akan mengeluarkan sesuatu lagi. Ia sudah tahu senjata andalannya adalah panah.

Pedang elemen miliknya berbeda dari para bawahannya, benda itu terbuat dari intan. Salah satu material terkuat di negerinya. John menoleh dan berkata, “Kamu terlalu cepat 30 tahun untuk melawanku.”

Apa kamu bilang!? Tidak akan seperti itu. Pemuda ini yang akan memiliki Kunci Perak!” sebuah suara misterius terucap dari mulut Kris

Bersamaan dengan itu, Kris mengucapkan sebuah jurus. “Semesta Penghancur Pedang Elemen : Bintang Meteor!”

John terkejut dan ia segera menghindar, rupanya serangan itu bisa menyaingi kecepatannya. Akibatnya, pedangnya terbelah menjadi dua.

“Mungkin waktunya serius”

Kamu tidak akan bisa mengalahkanku selama aku masih berbicara. Sekarang, pemuda ini dikendalikan olehku karena kesedihannya akibat panah yang rusak.

John memencet sebuah tombol di punggung telapak tangan. Seketika baju pelindung dan sebuah pedang yang tadi dihancurkan keluar.

“Bukankah tadi sudah kuhancurkan?”

“Mengapa kamu bingung? Aku jelas-jelas sudah mempersiapkan cadangannya” jawab John

“Haha, ini semakin menarik. Siapa namamu tadi? John bukan?”

Lawannya langsung menerjang ke arah Kris, tapi ia menghindar dengan mudahnya. “Bayangan Seribu Pedang : Gerakan Petir”

“Meteor Penghancur!”

John bingung, sebelumnya lawannya ini menggunakan elemen es. Kenapa sekarang berkaitan dengan galaksi? Mungkinkah ini kepribadian yang lain?

Lima belas menit sebelumnya, ketika busur Kris baru dihancurkan.

***

Kris terkejut, ia berhasil menghancurkan busurku. Sementara ia tertawa, aku memandangi busur. Ingatan ketika alam sekitar belum hancur kembali. Tepatnya ketika usiaku masih delapan.

“Tembakanmu semakin bagus. Sekarang, bidiklah gelas plastik itu dari sini”

Aku mencobanya tapi belum berhasil karena jaraknya jauh sekali, delapan puluh meter. Meski begitu, karena guruku sudah memerintahkan, mau bagaimanapun tetap harus dicoba.

Ini adalah lingkungan tempatku dilahirkan, sangat indah. Ini adalah wilayah klan Panah Biru, menempati posisi kedua dari empat klan besar.

Setelah seminggu berusaha, Kris berhasil melakukan perintah gurunya. Karena itu, didepan murid lain, ia dihadiahi benda berharga milik sang guru. Sebuah panah elemen yang memiliki kesadaran sendiri.

Satu bulan setelahnya, Kris diakui oleh panahnya dan mendapatkan elemen es. Tapi, rasa senangnya itu cuman sehari. Esoknya begitu bangun tidur dan keluar kamar, tidak terlihat satupun orang. Seakan itu adalah kuburan

Namun, Kris melihat ada sebuah tangan yang bergerak pelan. Ia berlari kesana, rupanya itu gurunya. “Guru, apa yang terjadi? Kemana yang lain?”

“E..ntahlah, ti..ba-ti..ba saja..ada..sesuatu ya..ng menyambar ka..mi”Ja..ga ba..ik-ba..ik busur itu ya?”

“Guru?”

Tangan itu langsung terjatuh dan aku terdiam. Sejak saat itu, Kris menjadikan busur sebagai senjata andalannya. Ia juga mulai membuat berbagai penelitian.

***

“Bayangan seribu meteor!”

“Tebasan hijau!”

Pada akhirnya John kalah dan Kris berhasil tersadar. Ia terkejut lawannya sudah terbaring diatas tanah. “Siapa yang mengalahkanmu?”

“Apa kamu tidak sadarkan diri? Jelas-jelas kamu yang melakukannya!” jawab John ketus

“Kalau begitu aku minta maaf karena sudah keterlaluan menghadapimu”

John masih memandang sinis tapi tidak lama kemudian mengangguk. John menawarkan diri untuk membantu mencari Kunci Perak.

Kris nyengir mendengarnya dan tentu saja ia membolehkannya. Anak dengan rambut yang selalu rapi itu memanggil Hamzah dan Ali yang sudah menyelesaikan pertarungannya sejak tadi.

Semuanya bermula dari sini : Legenda Biru (Vol 1)

 

Bersambung ke : Legenda Biru (Vol 4)