Kisah Andalusia, di Masa Lalu : Kejatuhan Andalusia (End)

Kisah Andalusia

Dan setelah Al-Hakam  wafat, kejatuhan Andalusia sudah menunggu. Dimana rantai kejayaan mulai turun perlahan, namun pasti (akhiran vol 2). Oke, kali ini adalah vol 3 dari artikel Kisah Andalusia. Maksudnya, ini adalah episode terakhirnya!

Bagi yang belum baca dua vol sebelumnya, klik linknya saja. Kisah Andalusia Vol 1 & Vol 2. Tapi, kenapa kejayaannya mulai turun? Salah satu alasannya, karena perang saudara.

Tidak perlu lama-lama lagi, ayo kita langsung saja!

1. Kisah Andalusia : Daulah Umayyah yang Mulai Turun

Setelah Al-Manshur wafat, putranya yang bernama Al-Muzhaffar menggantikannya. 6 tahun kemudian, putranya wafat. Dan digantikan Al-Mahdi. Orang ini adalah salah satu orang yang berhasil lolos persaingan perebutan kerajaan. Namun, ia sangatlah zalim.

Pada akhirnya, Al-Mahdi diturunkan paksa dan dibunuh oleh gabungan pasukan Islam-Kristen. Peperangan demi peperangan terus terjadi. Dan itu hanya untuk memperebutkan kekuasaan.

Karena itulah, Az-Zahra dan Az-Zahirah (istana buatan Al-Manshur) juga kena akibat dari perang tersebut. Ya, kedua istana tersebut dibakar habis yang dilakukan oleh pemberontakan rakyat Kordoba.

Dan akhir dari perang saudara itu adalah terbentuknya kerajaan-kerajaan kecil. Yang masing-masing mengaku wilayahnya sendiri.

2. Bertahun-Tahun Kemudian

Seperti di sub judul satu, masing-masing mengaku wilayahnya sendiri-sendiri. Tapi, bertahun-tahun kemudian beda lagi ceritanya. Malah, yang tersisa hanya Granada dan Sevilla!

Kok bisa? Itu disebabkan perpecahan semakin tak terkendali. Meskipun beberapa tahun kebelakang masih ada pasukan yang membela Islam. Mereka adalah Al-Murabitun dan Al-Muwahhidun. Tapi, sejak pemimpin pasukan tersebut wafat, langsung pecah lagi.

Saat itu, yang masih mempunyai kekuasaan hanyalah Ibnu Al-Ahmar, penguasa Granada (konon masih satu keturunan dengan Sa’ad bin Ubadah, sahabat Rasulullah). Tapi, sikapnya jauh sekali dengan sahabat Rasulullah tersebut.

Dia malah menyetujui sebuah perjanjian damai dengan Kristen. Yang salah satu isinya, ‘Ia dan pasukannya harus membantu Kristen untuk melawan musuh-musuhnya’. Singkatnya, pasukan berkuda muslim Al-Ahmar harus melawan pasukan muslim Sevilla.

17 bulan pengepungan, Sevilla pun dikuasai Kristen. Ketika Granada juga hampir direbut, muncul gerakan jihad. Sayangnya, pasukan kecil muslim ini kalah.

Granada pun akhirnya dikuasai Kristen. Dan Ibnu Al-Ahmar harus pergi dari istana. Di atas sebuah bukit ia memandang istananya sambil menangis. Ibunya berkata, ‘Menangislah, kini kau menangis seperti wanita. Padahal kau tidak mampu menjaga kerajaan sebagaimana laki-laki’.

Hingga kini, bukit tersebut masih ada di Spanyol.

-Tamat-

Memang, sedikit disayangkan. Andalusia yang begitu maju harus jatuh begitu saja di masa Ibnu Al-Ahmar. Tapi memang begitu keyataannya. Oiya, tidak sadar, ternyata sudah selesai, ya!

Baca juga : Ibnu Firnas

Dan… artikel Kisah Andalusia ini akhirnya tamat! Bagaimana? Semuanya tetap menarik untuk dibaca bukan? Sampai ketemu di artikel-artikel baru lain yang sudah menanti!

Wassalamualaikum warrah matullahi wabarakatuh!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.