Dhihya Bin Khalifah Al-Kalabi – Utusan Nabi untuk Heraklius

Assalamualaikum, sekarang aku akan bercerita tentang Dhihya Bin Khalifah Al-Kalabi. Siapakah Dhihya? Dhihya adalah sahabat Rasulullah saw yang membawa surat untuk Heraklius, kaisar Romawi.

Nah, inilah dia kisah Dhihya ketika membawa surat Rasulullah saw ke Heraklius.

Ketika Dhihya membawa surat itu, lalu membacanya, penasihatnya ada yang berteriak, “Surat itu tidak boleh dibaca, karena dia(Rasulullah saw) menulis namanya terlebih dahulu sebelum engkau, yang mulia”.

Tetapi, Heraklius tetap menyuruh Dhihya membaca surat itu. Nah, setelah Dhihya selesai membaca surat, dipanggil seorang Uskup yang mengetahui agama di surat itu.

Si Uskup berkata, “Inilah agama yang kita tunggu, Nabi Isa pun sudah memberi tahunya”

Kaisar bertanya, “Bagaimana pendapatmu?”

Si Uskup menjawab, “Kalau kamu bertanya ke saya, saya akan mengikuti agama itu”

Kaisar lalu membolehkan Dhihya keluar dari istana itu. Lalu Kaisar berkata, “Saya sebenarnya mau ikut kamu, tapi nanti jabatan saya sebagai raja hilang”.

Akhirnya, Kaisar tidak mau ikut Sang Uskup masuk agama islam. Tetapi, Si Uskup berpesan ke Dhihya agar menyampaikan pesannya, dia berkata, “Katakan kepada pembesarmu itu, kalau saya mengikuti ajarannya, saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah”.

Dhihya pun pulang ke Madinah  dan menyampaikan pesan Si Uskup. Semenjak kedatangan Dhihya, Si Uskup tidak mau ke gereja, akhirnya orang-orang pun datang ke rumahnya dan membunuhnya.

Nah, suatu ketika, Kaisar mengirim utusan untuk melihat tanda-tanda kenabian yang pernah dijelaskan dulu secara langsung.

Kaisar berpesan ke utusannya itu, “Aku akan mengingatkanmu tentang hal ini, satu, apa komentar dia tentang suratku, apakah dia menyebutkan kata “malam”, dan perhatikan apakah di punggungnya ada tanda kenabian”.

Si utusan pun berangkat untuk menemui Rasulullah saw, ternyata dia bertemu di Tabuk. Lalu, dalam satu waktu, dia berhasil menemukan semua pesan yang disampaikan kaisar untuknya.

Utusan itu lalu pulang lagi ke istana dan menyampaikan temuannya.

Teman-teman, baca juga artikel aku yang berjudul Suraqah Bin Malik, Si Penanti janji Rasulullah saw dan Muawiyah Bin Abu Sufyan, sahabat nabi yang keren

Jadi, segini dulu pembahasan kita. Wassalamu’alaikum warrah matullahi wabarakatuh!

Referensi : Buku 101 sahabat Nabi dan https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/07/19/lokob2-kisah-sahabat-nabi-dhihya-bin-khalifah-alkalabi-penyeru-kaisar-romawi

Penulis buku :Hepi Andi Bastoni

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *