Cut Nyak Meutia, Sang Pejuang Perempuan Aceh

Apakah kalian sudah tahu, siapa yang dibahas kali ini? Tentu sudah, dong. Dia adalah Cut Nyak Meutia.

Cut Nyak Meutia dilahirkan di kapubaten Perlak-Aceh pada tahun 1870, loh! Kisah perjuangannya bisa dilihat dibawah ini!

Semua kerajaan Aceh telah berperang dengan Belanda selama 40 tahun, loh! Lama juga ya. Akhirnya, satu-persatu kerajaan-kerajaan itu hancur dan para sultannya menyerah. Salah satunya adalah Sultan Alaudin Muhammad Daud Syah dan Panglima Polim pada tahun 1903.

Meskipun sudah banyak sultan dan panglima yang menyerah, tapi perlawanan belum padam. Yakni penyerangan dari Cut Nyak Meutia ini, dia terus menyerang pos-pos milik Belanda bersama suaminya bernama Teuku Cik Tunong.

Tapi, sayangnya pada tahun 1905, Teuku Cik Tunong ditangkap lalu dibunuh. Teuku Cik Tunong menyuruh Cut Nyak Meutia menikah lagi dengan teman akrabnya, yaitu Pang Nangru.

Eh, pada tahun 1910 terjadi perang sengit di wilayah Paya Cicem. Di perang ini, suaminya yang bernama Pang Nangru wafat. Tetapi Cut Nyak Meutia berhasil meloloskan diri.

Cut Nyak Meutia dan pasukannya yang tinggal berjumlah 45 orang dan 13 senjata berhasil melarikan diri. Cut Nyak Meutia yang tinggal sedikit pasukannya, terus melawan dari satu daerah ke daerah lain, loh!

Cut Nyak Meutia memiliki seorang putra yang setia menemani ibunya, umurnya baru 11 tahun, namanya adalah Raja Sabil, loh. Wow! Hebat ya. Hingga akhirnya, tempat persembunyian Cut Nyak Meutia dan pasukannya diketahui oleh Belanda. Tentara Belanda menyuruh agar semua orang menyerah.

Semua panglima Cut Nyak Meutia pada menyerah, tinggallah Cut Nyak Meutia yang belum menyerah. Tetapi, Cut Nyak Meutia malah melawan dengan pedangnya.

Ada seorang tentara yang menembak kakinya, tapi tentara Belanda akhirnya semuanya juga pada mati. Meskipun Cut Nyak Meutia menang, tetapi beberapa peluru yang ada di badannya menyebabkan dia wafat.

Tempat diserangnya pasukan Cut Nyak Meutia wafat dan pasukannya menyerah ada di lokasi Alue Kurieng-Aceh.

Teman-teman, baca juga artikel aku yang berjudul Nyi Ageng Serang, Si Pejuang Perempuan Cerdik dan Kisah tentang Sejarah Kesultanan Banjar.

Nah, itulah dia kisah dan sejarah hidup Cut Nyak Meutia, Sang Pejuang Perempuan Aceh. Wasalamualaikum warah matullahi wabarakatuh! 

Cerita sejarah ini dikutip dari buku “Sejarah lengkap pahlawan Indonesia” karya Yudhistira Ikranegara.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *