Kisah tentang Sejarah Kesultanan Banjar

kesultanan Banjar

Assalamu’alaikum sekarang aku akan menceritakan tentang sebuah kerajaan, atau kesultanan, yaitu kesultanan Banjar. Baiklah, mari kita mulai cerita dengan tema “Kesultanan yang didirikan oleh Sultan Suriansyah”.

Oiya, tahu tidak, Kesultanan ini bisa dibilang merupakan satu-satunya Kerajaan islam di Kalimantan. ini sekarang masuk ke daerah Kalimantan Selatan, awalnya kerajaan ini berpusat di Banjarmasin, lalu berpindah-pindah dan terakhir berpusat di Martapura.

Oiya, kerajaan Banjar ini sudah berganti-ganti rajanya, yang kutahu itu Pangeran Antasari, tapi setelah mencari di google, aku akhirnya tahu raja kesultanan Banjar siapa aja, diantaranya adalah :

  1. Pangeran Antasari
  2. Sultan Suryanullah
  3. Sultan Rahmatullah
  4. Pangeran Kasuma Alam bergelar Sultan Inayatullah
  5. Sultan Sulaiman Al-Mutamidullah
  6. Sultan Hidayatullah Halilillah
  7. Dan masih banyak lagi

Nah, itu dia nama-nama sultan Banjar yang kudapat di google.

Nah, kapan kesultanan ini mengalami masa kejayaan? Kesultanan yang didirikan sama Sultan Suriansyah mulai mengalami masa kejayaan saat dekade pertama abad ke-17 dengan lada sebagai komoditas dagang, jadinya secara praktis, barat daya, tenggara dan timur pulau Kalimantan, harus membayar upeti ke Kesultanan Banjar.

Sebelum itu, kesultanan yang didirikan oleh Sultan Suriansyah – nama aslinya Pangeran Samudra – juga harus membayar upeti ke Kerajaan Demak. Pernah loh, Kerajaan Tuban mau menaklukkan Kesultanan Banjar di Banjarmasin, dan Tuban bekerja sama dengan Kerajaan Madura dan Surabaya, tapi tidak jadi karena mendapat perlawanan sengit.

Oiya, tahu tidak, Sultan Agung dari Kesultanan Mataram, pernah ingin melebarkan kekuasaannya sampai Kalimantan, termasuk Banjar. Jadi, Sultan Agung itu sudah menyiapkan pasukan yang cukup besar, tapi belum menyerang.

Kesultanan ini pun akhirnya mengumpulkan pasukan, dengan mengajak beberapa kabupaten di sekitar Banjar, untuk membantu melawan Kesultanan Mataram, diantaranya ada Asam-Asam, Pulau Laut, Kintap dan masih banyak lagi.

Tapi, karena Kesultanan Mataram kekurangan bahan makanan atau logistik, jadinya rencana menyerang kesultanan yang didirikan oleh Sultan Suriansyah ini, tidak jadi dilakukan. Nah, setelah terjadi ketegangan antara kesultanan Banjar dengan Mataram, akhirnya pada tahun 1637, kedua Kesultanan ini mengadakan perjanjian damai.

Saat itu mata uang Kesultanan Banjar namanya adalah doit.

Nah, kan kesultanan Banjar itu juga terpecah, tapi kalau ada yang mau memimpin daerah pecahan itu, maka rajanya itu dipanggil pangeran, dan yang boleh memakai gelar sultan hanyalah raja-raja dari Kesultanan Banjar.

Oiya, menurut informasi yang kudapat di google, Kesultanan ini merupakan penerus dari Kerajaan Negara Daha, yang berpusat di tepi Sungai Negara kalau dari Banjarmasin, jaraknya 165 km ke arah utara.

Oiya, sultan Suryanullah itu adalah raja yang pertama kali masuk islam, dan menjadi orang pertama yang bergelar sultan, dia adalah sultan pertama dari Kesultanan Banjar.

Banjar itu benderanya warna kuning dan hitam, kuning di bagian atas dan hitam di bagian bawah.

Nah, pada tahun 1905, kesultanan ini mulai redup, sudah mau menghilang, karena kesultanan yang didirikan sama Sultan Suriansyah, sudah dibawah pemerintahan Belanda.

Tapi, pada tahun 2010, kesultanan ini bisa dihidupkan kembali, dan nama orang yang telah menghidupkan lagi kesultanan ini ialah Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu’tasim Billah.

Penutup

Nah, kan aku tadi di tengah menyinggung sedikit tentang Pangeran Antasari dan Kesultanan Mataram, nah kalian bisa melihat kedua pembahasan itu DISINI dan DISINI juga.

Nah, bagaimana? Ceritanya cukup menarik kan? Jadi itulah cerita kali ini, jika kamu ingin membaca lebih lengkap tentang kesultanan ini, bisa lihat di Wikipedia, klik DISINI. Sekian dulu artikel ini, wassalamu’alaikum warrah matullahi wabarakatuh.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *