Al-Farabi, Si Ahli Filsafat

Siapa itu Al-Farabi? Mengapa ia bisa disebut sebagai ahli filsafat? Biar tidak bingung, kita kasih tahu sedikit dulu tentang orang ini. Ia lahir di Farab,Kazakhstan pada tahun 870 masehi. Nama lengkapnya Abu Nasir Muhammad bin Al-Farakh Al-Farabi.

Nah, kita bahas selengkapnya aja yuk. Selamat membaca.

Kehidupan dan Karyanya

Di masa awal pendidikannya, ia belajar Al-Qur’an, tata bahasa, ilmu-ilmu agama, kesusasteraan dan aritmetika dasar.

Al Farabi pergi ke Baghdad untuk menggali ilmu. Berselang sekitar 10 tahun, ia kembali mengembara. Dalam bidang filsafat, ia disebut ‘guru kedua’ setelah Aristoteles. Suatu ketika, Ibnu Sina mempelajari karya Aristoteles.

Namun, dia kurang mengerti dan akhirnya ia membaca karya sang ilmuwan, barulah Ibnu Sina paham maksud Aristoteles. Al-Farabi pula filsuf muslim yang pertama kali menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam.

Selain Baghdad, wilayah lain yang pernah didatanginya adalah Harran, Damaskus dan Syam.

Karya yang paling terkenal dari Al-Farabi adalah kitab Al Madinah Al-Fadhilah, membahas Kota dan Negara Utama. Karya tulisnya yang lain adalah.

1. Al Musiqi Al Kabir, membahas tentang musik

2. Kalam fi Al-Musiqi

3. Jawami as-Siyasah

Dan masih banyak lagi

Sang ilmuwan juga membuat pemikiran tentang asal usul negara dan warga negara. Ia membagi negara ke lima bentuk.

1. Negara Utama (Al-Madinah Al-Fadilah) : Negara yang dipimpin para nabi lalu dilanjutkan oleh para filsuf. Penduduknya pun merasakan kebahagiaan

2. Negara Orang-Orang Bodoh (Al-Madinah Al-Jahilah) : Negara yang penduduknya tidak kenal kebahagiaan

3. Negara Orang-Orang Fasik : Negara yang penduduknya tahu kebahagiaan, tapi berperilaku seperti orang bodoh

4. Negara yang Berubah-ubah : Awalnya, negara ini punya pemikiran dan pendapat kemudian terjadi kerusakan

5. Negara Sesat : Negara yang pemimpinnya menipu orang dengan ucapan dan perbuatannya

Menurutnya, pemimpin adalah orang yang disebutnya sebagai filsuf berkarakter Nabi. Maksudnya orang yang mempunyai kemampuan fisik serta jiwa.

Oiya, di dunia barat ia terkenal dengan nama Alpharabius, Al-Farabi, Farabi dan Abunasir. Sang ilmuwan wafat di Damaskus pada usia 80 tahun, Desember 950 masehi.

Begitulah kisah dari Si Ahli Filsafat. Beliau memang hebat, ya. Masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan muslim yang tidak kalah hebat darinya.

Sekian dulu artikel kali ini, wassalamualaikum warrah matullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.